Senin, 08 April 2013

Bank-bank di AS Terancam Diserang Hacker



BERITA HACKER

Washington - Puluhan bank AS menghadapi ancaman "kredibel" dari para peretas (hacker) berbasis di Eropa Timur yang sedang merencanakan serangan skala besar pada tahun depan, sebuah perusahaan keamanan mengatakan dalam laporan yang dirilis Kamis (13/12/2012).
Laporan yang dirilis oleh McAfee Labs mendukung kesimpulan peneliti di perusahaan keamanan lain, RSA, yang pertama kali menarik perhatian mengkampanyekan para peretas diperkirakan menargetkan 30 lembaga keuangan AS.
McAfee, yang dimiliki oleh Intel, mengatakan apa yang disebut "Project Blitzkrieg" adalah ancaman nyata untuk industri keuangan dan tampak bergerak maju sesuai dengan yang direncanakan.
Para peretas, yang telah menelusuri sebagian besar server di Ukraina dan dipimpin oleh individu yang dijuluki vorVzakone, sudah menggunakan malware (program jahat) untuk mencuri sedikitnya lima juta dolar AS sejak 2008, menurut McAfee dan RSA.
Laporan McAfee mengatakan, melihat ancaman nyata di awal 2013 meskipun ada beberapa spekulasi dalam komunitas keamanan bahwa proyek itu telah dijatuhkan setelah dibongkar.
"McAfee Labs percaya bahwa Project Blitzkrieg merupakan ancaman yang kredibel terhadap industri keuangan dan tampaknya akan bergerak maju seperti yang direncanakan," peneliti McAfee, Ryan Sherstobitoff mengatakan dalam laporan tersebut.
"Beberapa laporan baru-baru ini berpendapat bahwa vorVzakone telah membatalkan serangan ini, karena telah dipublikasikan. Namun ada kemungkinan bahwa publisitas hanya mengarahkan aktivitasnya di bawah tanah (tersembunyi) lebih dalam." McAfee mengatakan, serangan itu "menggabungkan kedua teknik, back-end inovatif dengan keberhasilan taktik, gerakan cybercrime terorganisir." Sebuah proyek percontohan awal "menginfeksi pada minumum 300 hingga 500 korban di seluruh Amerika Serikat,".
Mor Ahuvia dari perusahaan keamanan RSA mengatakan, dalam sebuah tulisan di blog pada Oktober bahwa serangkaian serangan Trojan ditetapkan akan dilakukan oleh "100 botmasters" mengambil alih komputer yang terinfeksi.
Ahuvia mengatakan, para penyerang berencana untuk menggunakan malware yang disebut "Gozi Prinimalka," merupakan istilah yang berasal dari kata Rusia berarti "menerima." Awal tahun ini, beberapa bank-bank AS tampaknya ditargetkan oleh apa yang disebut serangan penolakan layanan, yang bertujuan untuk menurunkan website dengan membanjiri jaringan dengan permintaan data. (ant) 
sumber : http://www.centroone.com/news/2012/12/2v/waduh-bank-bank-di-as-terancam-diserang-hacker/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar